April 18, 2026

Apel Siaga Karhutla 2026, Kalbar Perkuat Antisipasi Hadapi Musim Kering

0
Screenshot 2026-04-17 162257

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 melalui apel siaga yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Kamis (16/4/2026).

Apel tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, dan dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sekda Kalbar Harisson, Forkopimda, serta para kepala daerah se-Kalbar.

Dalam arahannya, Djamari menyoroti tantangan besar penanganan karhutla di Kalbar yang didominasi lahan gambut. Karakteristik api yang merambat di bawah permukaan membuat proses pemadaman lebih kompleks dan membutuhkan teknik khusus.

Selain itu, ia mengingatkan potensi musim kemarau yang datang lebih cepat berdasarkan analisis BMKG. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada paruh kedua tahun ini.

Data hingga akhir Maret 2026 mencatat sekitar 10.600 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah, seperti Kubu Raya, Sambas, Ketapang, Mempawah, dan Kayong Utara.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, termasuk pemanfaatan peringatan cuaca dan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan potensi kebakaran.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tren karhutla dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan berkat koordinasi lintas sektor yang semakin solid. Meski demikian, ia mendorong pemerintah daerah segera menetapkan status siaga darurat guna mempercepat dukungan dari pemerintah pusat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen Kalbar dalam memperkuat upaya pencegahan melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia menginstruksikan peningkatan patroli terpadu yang melibatkan UPT KPH, TNI, Polri, serta relawan di lapangan.

Pengawasan terhadap perusahaan perkebunan dan kehutanan juga diperketat, terutama terkait kesiapan sarana pemadam kebakaran di wilayah konsesi.

Selain itu, Norsan menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat terhadap titik api. Ia memastikan pemerintah provinsi tengah mempercepat penetapan status siaga darurat agar dukungan pusat seperti teknologi modifikasi cuaca dan helikopter water bombing dapat segera dimanfaatkan.

Di akhir kegiatan, ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla, mengingat upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *