Oktober 30, 2026

Disdikbud Kalbar Dorong MPLS Jadi Momentum Gali Potensi Siswa Baru

0
WhatsApp Image 2026-05-21 at 15.13.57

KATAKALBAR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat juga mendorong MPLS menjadi momentum untuk mengenali dan mengembangkan potensi siswa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membantu peserta didik menemukan minat dan bakat sejak awal memasuki lingkungan pendidikan baru.

Menurutnya, berbagai kegiatan selama MPLS dapat diarahkan untuk mengenalkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

“Sekolah harus bisa mengenalkan kepada peserta didik apa saja potensi yang dapat mereka kembangkan. Kalau belum terakomodasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, mereka bisa berdiskusi dengan teman-temannya untuk membentuk klub yang nantinya dapat berkembang menjadi ekstrakurikuler,” katanya.

Faisal menyampaikan hal tersebut saat melakukan monitoring pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 4 Pontianak, Senin, 20 Juli 2026.

Ia mengatakan MPLS tahun ajaran 2026/2027 harus dilaksanakan secara ramah, edukatif, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan.

“Kami sudah menegaskan kembali melalui surat kepada seluruh sekolah bahwa pelaksanaan MPLS harus mengikuti ketentuan yang ada. MPLS harus berjalan secara ramah dan kami arahkan untuk lebih membentuk karakter peserta didik,” ujar Faisal usai melakukan monitoring MPLS di SMA Negeri 4 Pontianak, Senin, 20 Juli 2026.

Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda sehingga sekolah perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Tidak hanya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang sudah tersedia, siswa juga dapat berinisiatif membentuk klub bersama teman-temannya apabila memiliki minat tertentu yang belum terwadahi.

Dengan demikian, MPLS diharapkan tidak berhenti pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi awal bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan karakter selama menempuh pendidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *